Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 19.30 , Sabtu, Buka jam 08.00 s/d 19.00
Yuk belanja di hijab syar'iku bisa di bayar bertahap disc sd Rp 50.000 ^_* Jahitan Halusss dan bahanya nyaman ^_* “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke juyub (celah-celah pakaian) mereka.” (Qs. 24:31) Mau mendapatkan penhasilan tambahan dengan sedikit modal dan mendapat bimbingan penjualan secara On Line. Bergabunglah menjadi tim marketer kami Bisa buat baju syar'i couple sekeluarga
Beranda » Artikel Terbaru » Kisah Ummahat Muallaf

Kisah Ummahat Muallaf

Diposting pada 26 November 2015 oleh hijabsyariku

abu-tua

Kisah Muallaf Ber Khimar Besar

Kisah ini kami ambil dari www.kisah muallaf dot com.
Selama beberapa bulan terakhir ini, Lucy Osborne telah mewawancarai perempuan-perempuan di Inggris yang telah masuk Islam. Tulisan ini adalah tulisan yang ditulis oleh seorang wanita Inggris yang bernama Lucy Osborne yang dikirimkan ke The Times tentang peningkatan pemeluk agama Islam di Inggris yang meningkat secara drastic di beberapa tahun terakhir ini.
Jumlah mualaf di Inggris meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun dan hampir dua pertiganya adalah perempuan. Sebuah data yang sangat mencengangkan khususnya bagi Lucy Osborne, yang seorang berprofesi sebagai penulis lepas berusaha melakukan investigasi kepada para muallaf Muslimah tersebut.
Salah satu wanita yang di wawancarai oleh Lucy bernama I’sha. Proses masuknya I sha ke dalam Islam tentu saja tidak berjalan dengan mulus. Mengingat ketika memutuskan memeluk Islam Isha langsung mengenakan gamis, khimar dan cadar dan hanya memperlihatkan kedua bola matanya saja. Tentu hal yang sangat bertolak belakang dengan kondisi sebelum Isha masuk Islam. Apalagi saat itu dengan kejadian sebelas September, stigma Islam di Inggris terhadap Islam sangat jelek. Islamophobia terjadi dimana-mana. Islam identik dengan agama kekerasan dan sangat tidak toleran dengan pemeluk kepercayaan lain.
“Ketika saya pertama kali memberitahu orangtuaku bahwa aku menjadi seorang Muslim, mereka tidak ingin ada yang tahu. Apakah itu keluarga atau tetangga,” kata I’Sha (40) yang masuk Islam sejak empat tahun lalu. ”Mereka tidak bisa mengerti keputusan saya.” Begitu cerita I’sha kepada Lucy. Terjadi kebingungan luar biasa pada diri orang tua mereka. Lingkungan tempat tinggal Isha menentang keputusannya untuk masuk Islam. Mereka berusaha dengan keras memboikot secara social Isha agar murtad dari Islam. Seperti kebanyakan masyarakat Inggris saat ini, keluarga Isha adalah penganut paham atheis atau tidak mempercayai adanya Tuhan. Bahkan ayah Isha selalu mengatakan bahwa tidak ada Tuhan di rumah tempat mereka tinggal kecuali dia.
Temukan Jalan Pulang
I’sha, seorang pekerja perempuan pendukung di Masjid London Timur, berasal dari Newcastle. Dia adalah salah satu dari 100.000 orang Inggris yang saat ini telah masuk Islam. Menurut hasil studi Faith Matters oleh Kevin Brice dari Universitas Swansea, sebanyak 5.200 warga Inggris tahun lalu telah menjadi mualaf.
Mayoritas masyarakat Inggris menganggap bahwa Islam adalah agama yang jahat, jelek penuh dengan ketidak toleransian dan tidak adil terhadap kaum perempuan. Hal ini tidak berlaku bagi I’sha, karena dia sering bersinggungan dengan komunitas Muslim di Inngris, dan melihat sendiri bahwa Islam adalah agama yang sangat damai dan penuh dengan cinta kasih. Adapun apabila ada seorang Muslim yang jahat adalah itu tindakan yang tidak Islami dan tidak sesuai dengan syariat Islam itu sendiri.
“Saya justru merasa seperti sudah pulang,” katanya. “Melalui Islam, saya telah menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang selama ini menggangu pikiran saya.. Saya telah menemukan kedamaian sejati.yang selama hidup saya cari-cari”
I’sha dulunya adalah seorang punk. Sebuah aliran dalam musik beraliran keras. Sebagai seorang punk sejati, Isha pun berpenampilan layaknya gadis punk lain, yaitu berpotongan Mohican seperti landak. Dan salah saudari perempuan I’sha secara terbuka memproklamirkan sebagai seorang lesbian. Tentu saja bisa dibayangkan seperti apa latar belakang kehidupan I’sha.
Ketika mengatakan kepada keluarganya, teman dan rekan-rekan bahwa dia telah memeluk Islam, I’Sha mengatakan bahwa dirinya tetap tidak berubah. “Saya mencoba untuk meyakinkan mereka bahwa aku masih si lidah panjang dari utara seperti dulu. Tetapi, menjadi seorang Muslim itu tidak dilihat sebagai sesuatu yang ‘cool’.”
”Ketika orang melihat Anda berkulit putih dan orang Inggris, maka mereka benar-benar berperilaku kasar terhadap Anda. Karena, mereka berpikir bahwa Anda telah kembali pada cara hidup mereka,” tambah I’sha.

Bagikan informasi tentang Kisah Ummahat Muallaf kepada teman atau kerabat Anda.

Kisah Ummahat Muallaf | Menjual Hijab Gamis, Khimar, Cadar, Purdah Akhwat dan Ummahat

Komentar dinonaktifkan: Kisah Ummahat Muallaf

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Limited Edition
OFF 11%
Rp 290.000 Rp 325.000
Pre Order / couple
Limited Edition
OFF 11%
Rp 235.000 Rp 265.000
Ready Stock / S3
Limited Edition
*Harga Hubungi CS
Pre Order
SIDEBAR